Thursday, November 22, 2018

SCP-001 : Permulaan Kiamat "The Gate Guardian"


Hai guys, untuk yang masih bingung aku bahas apa cus yuk lihat entri sebelumnya. Guys, aku mau bahas si SCP-001 Cuma waktu aku masuk ke SCP-001 di SCP.Wiki si SCP-001 diblocked. Aku coba dulu masuk mana tau bisa eh Wikinya langsung ngewarned. Nama SCP-001 yang asli dari blog-blog itu The Gate Guardian guys tapi kalau di Wiki dia “Awaiting Classification” mungkin maksudnya masih menunggu lanjutan untuk entitas ini guys. Karena aku gak mau kalian kecewa so aku cari informasi sedikit dari web lain. Web yang kujadikan acuan ada dibawah ya guys so no plagiat hehehe.
Item     : SCP-001 The Gate Guardian
Class    : Euclid/Keter
SCP-001 tidak memerlukan prosedur pengurungan tetapi diganti menjadi pengamatan oleh seluruh bagian penjaga SCP-001. Jarak untuk mengamati SCP-001 harus lebih dari 10 km atau di tempat yang telah ditentukan yaitu site 0. Site 0 pun hanya diketahui oleh agen penjada SCP-001 yaitu Abrahamic Faith yang berkedudukan sebagai supervisor (O5-14). Apabila SCP-001 menunjukkan perilaku yang dianggap genting, Abraham diberikan wewenang untuk memberitahukan seluruh administrator adanya kemungkinan SCP-001 untuk memulai skenario PATMOS XK-class end-of-the world. Ini dimaksudkan adanya kemungkinan bahwa SCP-001 akan menghancurkan seluruh dunia dan alam semesta.
SCP-001 merupakan entitas dengan wujud humanoid beserta tinggi sekitar 700 hasta yang terletak di suatu tempat yang dirahasiakan di dekat persimpangan sungai Tigris dan sungai Eufrat. SCP-001 mempunyai anggota tubuh yang berbentuk seperti sayap dan sangat terang, yang terletak pada bahu, punggung belakang, kening, pergelangan kaki, dan pergelangan tangan. Walaupun belum ada angka pasti dari jumlah sayap, para ilmuwan memperkirakan jumlahnya diantara 2-108 sayap dengan jumlah rata-rata 4 sayap. SCP-001 memiliki pedang dengan suhu sama panasnya dengan matahari yang digunakan untuk seluruh entitas yang mendekat pada jarak 1 km dengan disertai niatan menyerang. Ujung-ujungnya penyerang akan dimusnahkan oleh SCP-001.
Apabila ada entitas yang mendekat tapi pada jarak 10 km maka ia akan kemungkinan mendengar 2 perintah, kebanyakan akan mendengar perintah “LUPAKAN” yang berarti lupakan apa yang dilihatnya tentang SCP-001 dan menjauh dari daerah tersebut tetapi ada kalanya 1 orang mendengar perintah kedua yaitu pemilik SCP Foundation sekarang. Pemilik mendengar perintah “PERSIAPKAN” yang berarti pemilik menyiapkan tempat penampungan untuk entitas yang memiliki perilaku menyimpang/paranormal.
Sejumlah pengamat melihat bahwa SCP-001 ada berada digerbang besar yang didalamnya terlihat seperti hutan yang dipenuhi oleh makhluk sepertinya. Yang tampak dengan jelas adanya 2 pohon yang saling berdampingan tetapi hanya 1 pohon yang diketahui yaitu pohon apel sedangkan pohon lainnya tidak dapat diketahui.
Nah, gimana guys adakah kemungkinan bahwa makhluk ini benar-benar ada?, apa mungkin dialah yang akan membawa kiamat ke dunia? Jawab pertanyaan ini dikomentar ya guys. J ^_^ kunjungi terus blog catatankecilku20.blogspot.com

Source :


Permulaan Translator Untuk Kisah Fiksi SCP Foundation

Hai guys.. bloggerku akan lebih banyak mengandung kisah fiksi dari luar yang aku terjemahkan untuk pembaca setiaku. Nah, aku mulai kisah fiksi dalam bloggerku dengan kisah dari makhluk SCP Foundation. Bagi penggemar cerita horror ini khususnya creepypasta, pasti gak asing lagi dengan SCP Foundation. Di entri ini aku bakal jelasin secara singkat bagi temen-temen yang belum tau apa sih SCP Foundation?
Menurut wikipedia guys,
SCP Foundation adalah organisasi fiksi yang dibuat oleh kelompok penulis fiksi dengan model web-based yang bernama "SCP Foundation" juga. SCP Foundation dibuat untuk mengamankan (secure), menyimpan (contain) dan melindungi (protect) entitas yang melanggar hukum alam dan logika manusia. Cerita pada webnya sendiri mengandung genre horror, sci-fi dan fantasi. Entitas yang ditangkap oleh SCP bisa berupa macam-macam baik benda hidup (manusia,hewan,tumbuhan) ataupun benda mati seperti ruangan, kursi, alat.
Dalam SCP Foundation, makhluk-makhluk yang ditangkap beraneka ragam sehingga dipisahkan dalam beberapa kelas dari tingkatan bahayanya antara lain :

a)     Safe               : kategori ini aman dan cendrung tidak menyakiti ataupun menghiraukan keberadaan manusia.
b)     Euclid             : kategori ini cenderung tidak bisa diprediksi perilakunya sehingga tidak bisa dikatakan sepenuhnya tidak terganggu oleh keberadaan manusia, dia bisa saja menyerang ataupun menghiraukan entitas didekatnya.
c)     Keter              : kategori ini berbahaya perilakunya cenderung berubah-ubah dan sangat membenci keberadaan manusia.
d)     Thaumiel       : kategori ini sangat membantu SCP Foundation untuk mengumpulkan entitas SCP lainnya.
e)     Explained      : kategori ini termasuk entitas SCP yang dapat dijelaskan oleh sains mengenai perilaku dan keadaannya yang menyimpang.
f)      Neutralized   : kategori ini sudah dihapus dalam daftar entitas SCP dikarenakan hancur, mati atau tidak melakukan perilaku yang menyimpang lagi.


Jadi, intinya SCP Foundation ini adalah organisasi fiktif/fiksi (tidak nyata) yang membuat cerita fiksi dari makhluk-makhluk urban. Untuk entri selanjutnya aku bakal masukin cerita dari makhluk tersebut satu persatu dimulai dari SCP-001, so jangan kelewatan ceritanya ya J ^_^.
Source :
http://www.scp-wiki.net/ 

Sunday, November 18, 2018

GAGAL! Beasiswa Unggulan Hanya Angan-Angan Yang Tak Tergapai

Hai reader, kenalin nama aku jeslin umur aku saat menulis ini adalah 19 tahun. Aku anak bungsu dari 2 bersaudara. Saat ini adalah semester ke-3 kuliahku. Aku berkuliah sambil bekerja di sebuah perusahaan bidang perpajakan. Aku sangat menyukai pekerjaanku sekarang, pekerjaan ini sangat membantu diriku untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Cukup perkenalan dariku, akan kuceritakan pengalaman buruk dalam hidupku.
Masih ingat sekali dibenakku, tanggal 20 juni aku melihat postingan dari teman lomba akuntansi saat aku lomba LKS Akuntansi di Malang 2016. Tertulis disana beasiswa unggulan yang diperuntukkan masyarakat berprestasi. Aku tertarik dengan postingannya "Ini bisa menjadi bantuan untukku kuliah!!" pikirku. Hampir semua blog aku jabani untuk mencari tahu tentang beasiswa unggulan. Aku sangat berharap dapat lulus di beasiswa ini.
Masuk ke bulan juli semua yang diperlukan untuk babak penyisihan sudah aku kirimkan. Tepatnya pada tanggal 10 Juli 2018 jam 11 siang aku submit data yang telah aku lengkapi. Data diri yang seadanya, prestasiku tidak banyak tapi aku merasa itu cukup membuat ku terkualifikasi. Lumayan sulit untuk membuat proposal dan essay. Dengan sekuat tenaga, (eaaa) aku mencari contoh-contoh essay dan proposal yang ada. Aku baru sadar saat sudah disubmit Kartu Keluarga ku terpotong dan ada kata yang ketinggalan di proposal. Jadi, aku berpikir ya sudahlah berarti memang bukan jodohku untuk dapat.
Seharusnya, dari awal saja aku dijatuhkan. Seolah-olah aku hanya diberikan angan-angan lalu dihempaskan langsung ke tanah. Setelah 1 bulan aku lihat di fanpage facebook, teman-teman seperjuangan beasiswa unggulan batch 2 2018 mulai banyak yang komentar bahwa pengumuman sudah keluar. Aku tau mungkin tidak lulus, tapi kuberanikan untuk membuka gmail.


 





Tanggal 7 Agustus, aku teriak kesenangan seperti orang gila. Memang benar kata orang tua, saat ada hal senang jangan terlalu gembira dan saat sedih jangan terlalu terpuruk. Aku senang, keluargaku tidak pernah satupun yang ke padang jadi ini pertama kalinya kami ke padang. Semua perlengkapan yang dibutuhkan untuk sesi wawancara aku siapkan. Orang tuaku mengutus kakakku untuk menemaniku ke padang. Kami bukan keluarga yang mampu, ayahku buta sebelah dan ibuku hanya buruh lepas. Sekarang inilah kami mulai membaik dari usaha kecil-kecilan pancing. Tapi, apabila aku dapat beasiswa ini aku ingin sekali membuat orang tuaku berhenti bekerja. Aku terpaut jauh dengan kakakku, 15 tahun perbedaan kami. Aku berpikir aku sendirian saja yang berangkat, untuk menghemat biaya. Tapi tetap saja kakakku disuruh ikut, ya sudah lah pikirku.
Tepat pada tanggal 21 Agustus 2018, sore hari kami berangkat dari Jambi ke Padang. Kami menempuh kurang lebih 12 jam ke padang. Kami berangkat jam 7 malam dan sampai di Padang jam 5 an subuh lalu sampai di guesthouse Arini jam 6. Perjalanan yang benar-benar menyakitkan, kami berdua terus-terusan muntah. Apa yang kumakan langsung kumuntahkan. Untung ada kakakku, dialah yang mengurus aku demam di mobil. Pada pertengahan jalan, kakakku kasihan sekali padaku karena sudah benar-benar tidak kuat lagi. Dia bertanya apa kita pulang saja, kata-kata itu lelucon bagiku. Kami berada di tengah hutan bagaimana mau pulang, bisa sih kami pulang tapi berarti sia-sia aku sudah sampai disini. Aku menolak dan berkata aku masih kuat. Aku minum air, lalu muntah terus menerus mengulang sampai kami masuk ke daerah Padang. Aku lega sekali tapi aku berpikir apa aku kuat seperti ini lagi saat pulang. Ya sudahlah nanti yang nanti pikirku. Keesokan harinya, kami pergi ke LPMP untuk memastikan tempat. Kami berjalan-jalan mengitari kota padang sesudahnya.
Sore hari, sepulang jalan-jalan aku melanjutkan hapalan dan percobaan wawancaraku untuk persiapan esok. Keesokan harinya aku datang 4 jam sebelum acara dimulai, aku lihat-lihat gedungnya dan bertemu peserta lain. Ternyata, hanya 2 orang yang berasal dari Jambi aku dan 1 orang mahasiswa dari Universitas Jambi. Aku mengisi daftar absen dan menunggu verifikasi. Aku dapat meja pertama. Lumayan lama aku menunggu verifikasi dan wawancara. Tiba selanjutnya aku dipanggil untuk wawancara. Aku masuk ke ruangan, awalnya aku tidak mau duduk terlebih dahulu sebelum pewawancaraku datang tetapi pewawancara meja kedua mempersilahkan aku duduk. Dengan ragu-ragu aku duduk dan menunggu. Aku memakai dress batik yang dibelikan ibuku khusus untuk hari ini. Aku memakai make up tipis untuk menampilkan kesan rapi dan luwes kepada pewawancara.
Sesi wawancaraku dilakukan oleh ibu-ibu sepertinya orang batak dari dialeknya. Dia sangat baik, hanya bertanya sedikit pertanyaan tapi aku ingat dia mengatakan bahwa “Saya sudah cukup bertanya, ada yang ingin kamu sampaikan?” Aku menjawab bahwa aku sangat membutuhkan beasiswa ini, demi beasiswa ini aku menempuh perjalanan jauh, cuti bekerja dan banyak mengeluarkan uang. Kupikir sesi wawancaraku bagus, tapi temanku di meja 2 masih wawancara. Padahal aku masuk, temanku sudah mulai dan saat aku keluar dia masih wawancara. Apa yang salah denganku ya? Mungkin ada yang tidak benar saat aku menjawab pertanyaan ibu itu. Aku sudah berangan-angan mungkin aku bisa dapat beasiswa ini. Untuk pulang dari padang kami naik pesawat, takutnya aku kejang-kejang lagi saat naik bus. Aku mengeluarkan tabungan untuk aku bayar kuliah. Aku benar-benar bodoh sekali rasanya kesal sekali.
Tiba saat pengumuman, statusku belum diterima. Jadi aku baca komentar di fanpage dan mengetahui ada gelombang kedua untuk pengumuman. Aku menunggu sampai pertengahan Oktober 2018 keluarlah pengumuman yang sudah kuduga. Sekali tidak
lulus ya tidak lulus.


Aku sensor namanya, walau kalian juga tahu namaku diawal cerita ini. Aku sedih benar-benar kecewa seharusnya aku tidak lulus saja dari awal. Orang tuaku bilang anggap saja pembelajaran mungkin masih banyak yang lebih tidak mampu dari aku yang membutuhkan beasiswa ini, aku masih sehat sehingga masih bisa bekerja membiayai kuliahku sendiri. Semoga sukses bagi teman-teman yang telah menerima beasiswa ini, aku harap yang lulus tidak sombong dan yang tidak lulus jangan terpuruk Tuhan tidak pernah menyulitkan siapapun Ia tahu apa yang paling baik kita terima. Sadhu..